Naik Fast Train dari Frankfurt Airport ke Karlsruhe

Setelah kurang lebih 12 jam di dalam pesawat Thai Airways, Selasa, 18 Juni 2019, sekitar jam 7 pagi waktu itu, kami mendarat di Frankfurt Airport, Frankfurt, Jerman. Jetlag? Belum. Masih excited. Ini penerbangan internasional pertama saya. Jakarta-Bangkok kurang lebih 3 jam, lalu lari-lari cepat mengejar Check-in untuk ke Frankfurt, di terminal yang jauhnya ampun-ampunan, dalam Suvarnabhumi Airport.

Tidur yang cukup di pesawat, makan yang hampir tidak bisa masuk di perut karena sajian halal untuk muslim, (ternyata kari-kari-an. Nanti saya tulis di post lain tentang makanan halal di pesawat) bisa bikin saya punya cukup tenaga untuk hari pertama di Jerman! Yeay!

Setengah jam kami menunggu satu teman dari New Delhi, orang Indonesia juga. Sebut saja, Kak Ninta. Dia pernah kerja dan tinggal di Jerman, yang saya sebut di postingan sebelum ini. Saya ga bayangkan, akan terlunta-lunta berapa lama di bandara kalau Kak Ninta ga ada.

Kak Ninta tiba, dan 2 orang teman baru menyusul, dari Nepal dan Philippines. Kita cus ke toilet, isi botol minum, langsung ke mesin tiket fast train untuk ke Karlsruhe. Meskipun saya diajari cara belinya, waktu itu saya ga paham. Mungkin pengaruh baru landing. Jadi fast train ini, station nya ada di Terminal 1 Bandara Internasional Frankfurt, terminal yang sama tempat Thai Airways.

Masih ada sekian menit, kita melipir beli roti dan kopi. Lapar. Dan setelahnya mesti lari-lari (lagi) ke stasiun fast train nya. Oh Tuhan.

Lari-lari bawa koper dan ransel dari terminal kedatangan ke Fast train station. Seru! Kalau ga cepat, kita ditinggal kereta nya. Saya lupa, kita mesti nunggu lama lagi dan bayar lagi kayaknya. Lumayan 40 Eur, gaes. Tarif segini karena kita pesan di hari-H, dan di jam-jam sibuk. Tambah malam, tambah murah. Bisa cek tarifnya di sini. Nah, kita mesti lewat eskalator, sambung lift. Dan sampai ke stasiunnya.

Kita naik ICE Train, long distance train, dengan tujuan Karlsruhe yang transit change kereta sekian detik di…. lupaaa hehehe.

Saya ga banyak ambil foto di dalam kereta. Karena padat penumpang. Kan ga lucu saya foto-foto eh ditegur pakai Bahasa Jerman tapi saya ga paham.

Penampakan kereta nya begini. Free Wifi dan orang-orang nya ga suka ngomong. Diam. Sunyi. Keretanya super nyaman. Bersih jangan ditanya. Keamanan juga. Harga lumayan mahal sih, 40an Eur, tapi kan jarak jauh, 124,7 Km. Cepat juga. Kurang lebih 1 jam, kita sampai di Karlsruhe Hbf (Central Station).

Saya suka menikmati perjalanan. Di angkot waktu di Malang, atau dalam pete’-pete’ (sebutan untuk angkot) di Makassar pun saya bisa menikmati perjalanan.¬† Saya jadi mikir, berkah dari Tuhan, Dia ngasih saya rasa bersyukur untuk hal-hal kecil yang nampak biasa, adalah mungkin cara Tuhan menyiapkan saya untuk mensyukuri hal-hal besar, menerima pengalaman-pengalaman yang lebih jauh lagi.

Well, Public transportation yang nyaman, harga yang mayan. Gimana menurut kalian?

Dan, selamat datang di Karlsruhe.

 

May, 2020.

Y.A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post